NVIDIA menjelaskan konsep AI factory sebagai infrastruktur komputasi berskala besar yang dibangun berdasarkan kapasitas daya, mulai dari megawatt hingga gigawatt. Setiap megawatt AI factory memerlukan investasi sekitar 60 juta dolar AS, sehingga operator perlu perhitungan matang atas potensi pendapatan sebelum menanamkan modal pada skala tersebut.
Menurut NVIDIA, tiga aspek utama membentuk return on investment (ROI) AI factory. Pertama, earning capacity atau kapasitas pendapatan, yaitu perkiraan pendapatan yang bisa dihasilkan fasilitas dalam satu tahun. Kedua, durability atau daya tahan, yang merujuk pada kemampuan infrastruktur mempertahankan performa tinggi sepanjang siklus operasional. Ketiga, fungibility atau fleksibilitas, yakni kemampuan sistem beradaptasi dengan beban kerja dan jenis tugas AI yang berubah-ubah tanpa perlu perombakan besar.
Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan operator yang mengelola infrastruktur AI dalam skala masif. Dengan menggabungkan ketiga pilar tersebut, NVIDIA berupaya menunjukkan bahwa AI factory bukan sekadar pusat data, melainkan aset produksi yang harus diukur dari produktivitas, ketahanan, dan kemampuan adaptasinya terhadap beragam beban kerja generatif dan inferensi.